Perilaku Konsumen, Produsen, dan Efisiensi pasar

1. Surplus Konsumen

  1. Kerelaan untuk membayar (willingness to pay) merupakan jumlah maksimum yang akan dibayar oleh seorang pembeli untuk sebuah barang.
  2. konsumen  (consumer  surplus) merupakan kerelaan  pembeli  untuk membayar dikurangi dengan jumlah yang sebenarnya dibayar pembeli.
  3. Kurva Permintaan untuk mengukur surplus konsumen

    Semua kurva permintaaan, apabila luas wilayah di bawah kurva permintaan dan diatas harga itu merupakan besarnya surplus konsumen di sebuah pasar. Karena tinggi kurva permintaan mengukur nilai yang diberikan oleh pembeli terhadap barang, seperti diukur dari kerelaan untuk membayar. Perbedaan antara kerelaan untuk membayar tersebut dengan harga pasar yaitu surplus konsumen untuk setiap pembeli. Oleh karena itu, luas wilayah keseluruhan di bawah kurva permintaan dan diatas harga adalah jumlah surplus konsumen semua pembeli di pasar untuk sebuah barang dan jasa. Harga yang lebih rendah meningkatkan surplus konsumen

Kenaikan surplus konsumen terdiri atas dua bagian :

  1. Para pembeli yang sudah membeli banyak pada harga yang sudah di tentukan mengalami keuntungan karena sekarang membayar lebih sedikit. Kenaikan surplus konsumen dari pembeli yang ada adalah pengurangan dalam jumlah yang mereka bayarkan, yang mana nilainya sama dengan luas wilayah
  2. Beberapa pembeli yang baru masuk ke pasar dikarenakan ingin membeli barang pada harga  yang lebih rendah. Hasilnya adalah jumlah permintaan dipasar meningkat. Surplus konsumen dari para pembeli baru adalah luas wilayah CEF.

Apa yang diukur oleh surplus konsumen?

    Surplus konsumen merupakan jumlah yang bersedia dibayarkan oleh pembeli untuk sebuah barang dikurangi dengan jumlah yang benar-benar dibayarkan, mengukur keuntungan yang diperoleh pembeli dari sebuah barang sesuai dengan persepsi pembeli sendiri. Oleh karena itu surplus konsumen adalah ukuran yang baik untuk kesejahteraan ekonomi jika pembuat kebijakan mau menghormati preferensi pembeli.

2. Surplus Produsen

  • Biaya (cost) merupakan nilai yang harus pembeli keluarkan kepada penjual untuk mendapatkan sebuah barang.
  • Surplus produsen (producer surplus) merupakan jumlah yang dibayarkan oleh penjual untuk sebuah barang dikurangi dengan biaya produksi barang tersebut.
Penjual - biaya Jasa
      Ina   - Rp.100
      Adi  - Rp. 90
   Intan   - Rp. 75

    Jika pembeli mampu membayar Rp. 95 ke bawah, maka Adi dan Intan bersedia melakukan jasanya selain Ina sehibgga jumlah penawaran sama dengan dua. Lalu jika pembeli mampu membayar hanya Rp. 60, maka tak ada yang bersedia sehingga jumlah penawaran menjadi nol.

    Tinggi dari kurva penawaran berkaitan dengan biaya penjualan pada jumlah berapapun, harga yang ditunjukkan oleh kurva penawaran menunjukkan biaya dari penjual marginal, penjual yang akan meninggalkan pasar pertama kali jika harga turun lebih rendah.

    Harga yang lebih tinggi meningkatkan surplus Produsen, Surplus  produsen  adalah  wilayah  dibawah  harga  dan  diatas  kurva penawaran

3. Efisiensi Pasar

Mengukur Surplus konsumen dan produsen :

a. Surplus Konsumen = Nilai bagi pembeli – Nilai yang dibayar oleh pembeli

b. Surplus Produsen = Nilai yang diterima penjual  – Biaya penjual

c. Total Surplus = Nilai bagi pembeli – Nilai yang dibayar oleh pembeli + Nilai yang diterima penjual –    biaya Penjual

d. Surplus Total = Nilai bagi pembeli – Biaya Penjual


    Jika suatu sumber daya memaksimalkan surplus total, maka akan menghasilkan efesiensi. Efisiensi (efficiency) merupakan kondisi dalam masyarakat untuk memperoleh manfaat maksimal dari sumber daya mereka yang terbatas. Sedangkan pemerataan (equity) merupakan keadilan dalam distribusi kesejahteraan di antara para anggota masyarakat

    Menunjukkan surplus konsumen dan produsen ketika pasar mencapai  titik keseimbangan penawaran dan permintaan. Luas wilayah total antara kurva permintaan dan penawaran sampai ke titik keseimbangan menunjukkan surplus total di pasar ini. Fakta-fakta mengenai hasil akhir pasar :

  1. Pasar bebas mengalokasikan penawaran barang untuk pembeli yang menilai paling tinggi yang diukur dari keinginan membayar.
  2. Pasar  bebas  mengalokasikan  permintaan  barang  kepada  penjual  yang  dapat memproduksi dengan biaya paling murah.
  3. Pasar bebas menghasilkan jumlah barang yang memaksimalkan jumlah surplus konsumen dan produsen.
    Kurva permintaan mencerminkan nilai bagi pembeli dan kurva penawaran mencerminkan biaya penjual. Untuk jumlah barang dibawah titik keseimbangan, nilai bagi pembeli melebihi biaya penjual. Pada situasi ini, menambah jumlah barang akan meningkatkan surplus total dan hal itu akan berlanjut sampai jumlah barang mencapai titik keseimbangan. Diatas jumlah keseimbangan, nilai bagi pembeli kurang dari biaya bagi  penjual.  Dengan  demikian, menghasilkan  barang  lebih  besar  dari  jumlah ekuilibrium akan menurunkan surplus total.

Pasar dikatakan efesien apabila memenuhi asumsi berikut ini :

  1. Pasar bercirikan Persaingan sempurna
  2. Hasil akhir dari suatu pasar hanya berkaitan dengan kepentingan pembeli dan penjual untuk pasar itu.
    Kekuatan pasar dan eksternalitas merupakan contoh dari gejala umum yang disebut kegagalan pasar. Kegagalan pasar yaitu ketidakmampuan beberapa pasar yang tidak diatur untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengangguran dan Inflasi

Perdagangan Luar Negeri