Pengangguran dan Inflasi
Pengangguran
Pengangguran atau tunakarya (bahasa Inggris: unemployment) adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak
Keadaan ini tergolong dalam kategori angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif sedang mencari pekerjaan, sebetulnya produktif dalam proses produksi karena jumlah pekerjaan lebih kecil jika dibandingkan dengan tenaga kerja yang tersedia. Sementara berdasarkan buku Makroekonomi Modern (2007) karya Sadono Sukirno, pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum bisa memperolehnya.
Jenis-Jenis Pengangguran
Diketahui bahwa ada 8 jenis pengangguran, kemudian dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:a. Berdasarkan Penyebab
1. Pengangguran friksional, Pengangguran yang terjadi karena kesulitan dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan pekerjaan yang ada. Kesulitan sementara bisa berupa waktu yang diperlukan selama prosedur pelamaran dan seleksi, ataupun terjadi karena faktor jarak atau kurangnya informasi.
2. Pengangguran Struktural
Pengangguran yang terjadi karena adanya masalah dalam struktur ekonomi yang berdampak pada perubahan keterampilan tenaga kerja yang diperlukan. Pihak pencari kerja yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan keterampilan baru tersebut akan mengalami pengangguran struktural.
3. Pengangguran silikal
Pengangguran ini terjadi karena siklus perekonomian yang naik turun sebagai gelombang konjungtur perekonomian. Mundurnya perekonomian akan mengakibatkan daya beli masyarakat juga mengalami penurunan, sehingga yang terjadi adalah produksi yang dikurangi dan menyebabkan pemberhentian karyawan atau PHK (pemutusan hubungan kerja).
4. Pengangguran Teknologi
Penyebabnya adalah karena kemajuan teknologi yang semakin pesat menyebabkan perusahaan memilih mesin sebagai dengan berbagai alasan, misalnya tak perlu keluar biaya yang banyak, kecilnya potensial rahasia perusahaan yang bocor, dan lain sebagainya.
b. Berdasarkan Cirinya
5. Pengangguran terbuka Tenaga kerja yang sunguh-sungguh tidak memiliki pekerjaan. Pengangguran jenis ini bisa dibilang cukup banyak karena memang belum memperoleh pekerjaan, padahal telah berusaha secara maksimal. Selain itu, pengangguran terbuka bisa juga disebabkan oleh aktivitas ekonomi yang menurun, kemajuan teknologi yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja, serta kemunduran perkembangan suatu industri. Ada juga alasan lainnya yaitu lapangan pekerjaan yang tak tersedia, ketidakcocokan antara lowongan kerja, dan latar belakang pekerjaan.
6. pengangguran Tersembunyi
Tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu merupakan pengertian dari pengangguran tersembunyi, bisa disebut juga pengangguran terselubung. Alasannya adalah karena kecilnya suatu perusahaan tetapi memiliki tenaga kerja yang terlalu banyak sehingga kegiatan yang dijalankan menjadi tidak efisien.
7. Setengah Pengangguran
Tenaga kerja yang memiliki pekerjaan, hanya saja dia bekerja kurang dari 35 jam seminggu karena kurangnya lapangan kerja sehingga tidak optimal.
8. Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman merupakan tenaga kerja yang tidak bekerja karena terikat pada musim-musim tertentu. Kondisi ini disebabkan oleh siklus ekonomi yang berfluktuasi karena adanya pergantian musim, biasanya terjadi pada sektor pertanian dan perikanan. Sebab para petani tidak setiap hari aktif melakukan pekerjaan. Mereka akan benar-benar sibuk ketika memasuki musim panen atau musim tanam.
Tingkat Pengangguran
Berikut data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga Agustus 2021:- Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 140,15 juta orang, naik 1,93 juta orang dibanding Agustus 2020. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,03% poin.
- Penduduk yang bekerja sebanyak 131,05 juta orang, naik sebanyak 2,60 juta orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Industri Pengolahan (0,65 % poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,43 % poin).
- Sebanyak 77,91 juta orang (59,45 %) bekerja pada kegiatan informal, turun 1,02 % poin dibanding Agustus 2020.
- Persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,03 % poin, sementara persentase setengah pengangguran turun 1,48 % poin dibandingkan Agustus 2020.
- Jumlah pekerja komuter pada Agustus 2021 sebanyak 7,34 juta orang, naik sebesar 330 ribu orang dibanding Agustus 2020.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 6,49 %, turun 0,58 % poin dibandingkan dengan Agustus 2020.
- • Terdapat 21,32 juta orang (10,32 persen penduduk usia kerja) yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (1,82 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (700 ribu orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (1,39 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (17,41 juta orang).
Penyebab Pengangguran
Hal-hal yang menyebabkan pengangguran dijabarkan sebagai berikut:
- Jumlah tenaga kerja yang tak sebanding dengan lapangan kerja
- tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah sehingga tidak memenuhi kriteria.
- Kemajuan teknologi sehingga menggantikan tenaga kerja manusia.
- Resesi Ekonomi
- tidak seimbangnya memanfaatkan tenaga kerja di daerah
- Persaingan pasar global menjadi satu alasan kenapa TKI dihentikan pengiriman
Inflasi
Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga barang-barang secara umum dan terus menerus dalam waktu tertentu, sehingga menimbulkan penurunan nilai mata uang yang berlaku di masyarakat. penyebab dari inflasi yaitu:- Meningkat konsumsi masyarakat.
- distribusi barang yang tiak lancar.
- berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi bahkan spekulasi.
Lalu cara-cara berikut di bawah ini merupakan bagaimana menghitung inflasi, yaitu:
- Menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau consumer price index untuk mengukur harga rata-rata barang yang dibeli.
- Deflator PDB dengan menghitung besar perubahan harga dari barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.
- Indeks harga produsen untuk mengukur harga rata-rata dari barang yang dibutuhkan produsen untuk produksi.
- Indeks harga komoditas untuk mengukur harga barang-barang tertentu.
- Indeks biaya hidup yaitu dengan mengukur biaya hidup masyarakat atau cost living index
Link refrensi :
https://www.simulasikredit.com/begini-cara-menghitung-laju-inflasi/
https://kamus.tokopedia.com/p/pengangguran/
https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/11/05/1816/agustus-2021--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-6-49-persen.html
https://money.kompas.com/read/2021/08/03/120000126/apa-yang-dimaksud-dengan-pengangguran-?page=all
Komentar
Posting Komentar