Pertumbuhan Ekonomi dan Konsep Ekonomi Digital

Pertumbuhan Ekonomi

          Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan nilai dan jumlah produksi barang atau jasa dalam kurun waktu tertentu. Pertumbuhan ekonomi sebuah negara erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan rakyatnya. Faktor utama yang mempengaruhi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi adalah sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), modal, sosial budaya dan perkembangan teknologi. Sedangkan beberapa indikator dari adanya pertumbuhan ekonomi adalah naiknya pendapatan nasional, pendapatan perkapita, jumlah tenaga kerja yang lebih besar dari jumlah pengangguran, serta berkurangnya tingkat kemiskinan. 
          Pertumbuhan ekonomi dapat diukur secara nominal atau riil (disesuaikan dengan inflasi) dengan cara membandingkan komponen yang dapat mewakili keadaan ekonomi suatu negara masa kini dan periode sebelumnya. Komponen yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah produk nasional bruto (PNB) atau produk domestik bruto (PDB).



Contoh Permasalahan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

          Persoalan ekonomi dan kesejahteraan sosial masih menjadi masalah utama di Indonesia. Berikut ini beberapa contoh permasalahan ekonomi yang telah dirangkum oleh Ekonom Senior Indef, Nawir Messi:

1. Urgensi Memperbaiki Kuantitas dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi

          Indef mencatat, Indonesia mengalami pertumbuhan dengan rata-rata laju 5,27 persen dalam dua dasawarsa terakhir (2000-2018). Namun untuk keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah dan menjadi negara maju, laju pertumbuhan tersebut tidak cukup.

       Indonesia juga menghadapi masalah kualitas pertumbuhan ekonomi. Sebab, angka kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran masih tinggi. Porsi PDB juga masih 58,5 persen terkonsentrasi di Jawa dan mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.


2. Dilema Pertumbuhan Ekonomi vs. Impor

        Tingkat impor Indonesia masih tinggi karena output di sektor pertanian dan peternakan kian merendah, sementara pertumbuhan penduduk terus menerus meningkat. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim dan penerima. Sektor industri juga masih mengandalkan bahan baku impor, ini memperlihatkan bahwa industri dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan dikarenakan kian bergesernya struktur ekonomi ke arah jasa. Selain itu deindustrialisasi juga terjadi dengan lebih cepat.


3. Daya Beli Stagnan

         Inflasi secara tahunan tercatat 2,48 persen dari tahun ke tahun, meski demikian hal ini tidak berhasil mengangkat daya beli yang masih stagnan. Sangat mungkin inflasi rendah saat ini disertai juga dengan penurunan daya beli masyarakat. Selain itu suku bunga pinjaman yang tetap hingga akhirnya ekspansi dunia usaha pun tidak ikut terakselerasi. Penyebab daya beli yang stagnan dari masyarakat umumnya dipengaruhi oleh pendapatan yang ia terima, Harga Barang dan Jasa, hingga berapa Banyaknya Barang yang ia konsumsi.


4. Daya Saing Rendah

          Dalam tiga tahun terakhir Indonesia sebagai negara tujuan investasi langsung terus mengalami penurunan. Selain itu jumlah perusahaan di Indonesia juga mulai berkurang. Di sisi lain, Vietnam terus menunjukkan peningkatan performa dalam menarik FDI, salah satunya dari Jepang. Berkebalikan dengan Indonesia, popularitas Vietnam bagi investor Jepang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir ini.


5. Ketidaksiapan Menghadapi Revolusi Industri 4.0

          INDEF memandang, wacana Revolusi Industri 4.0 tidak dilakukan dengan perencanaan matang. Hal ini disebabkan oleh perencanaan mendasar mengenai apa yang perlu dikembangkan di sektor prioritas dan tidak ada perencanaan infrastruktur dasar industri 4.0 yaitu Internet of Things (IoT), selain itu tidak ada perencanaan dalam memitigasi tenaga kerja yang terkena dampak dari pengimplementasian otomatisasi di sektor ini.


6. Inkonsistensi Kebijakan Subsidi Energi

      Pada Tahun 2015, subsidi energi dipangkas hingga 65,16 % menjadi Rp. 119 triliun. Penurunan subsidi terus berlanjut pada 2016 dan 2017. Namun pada tahun 2018, subsidi energi kembali melonjak hingga 57 persen, dan tahun 2019 naik lagi 4,23 persen.

          Agar subsidi energi tidak terus melonjak, INDEF menilai, pemerintah perlu membenahi sasaran penerima subsidi agar lebih tepat, seperti Gas 3 kg, pelanggan listrik golongan 900 VA yang mampu. Selain itu, komitmen pemerintah menurunkan subsidi energi secara gradual juga harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) demi mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025.


7. Kinerja Pajak Rendah Sementara Rasio Utang Kian Meningkat

       Penerimaan pajak yang tidak optimal juga tercermin dari shortfall pajak yang masih terjadi. Sementara, peningkatan rasio utang terhadap PDB berbanding terbalik dengan tax ratio. Implikasinya beban pembayaran bunga utang terhadap belanja pemerintah pusat semakin tinggi, dari 11 % pada 2014 menjadi 17,13 %.


8. Dana Desa Bermasalah

          Alokasi Dana Desa terus meningkat dari Rp 20,8 triliun menjadi Rp 70 triliun tahun ini. Proporsi Dana Desa terhadap Transfer ke Daerah juga terus naik dari 3,45 % menjadi 8,47 %. Namun, INDEF mencatat, kenaikan dana tersebut tidak berbanding lurus dengan peningkatan indikator sosial di pedesaan.

    Masih ada 10 Provinsi dengan tingkat ketimpangan perdesaan yang lebih tinggi dibandingkan level nasional yaitu Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua, dan Papua Barat.



Ada tiga komponen penting kebijakan stabilitas perekonomian, yakni:

1. Kebijakan Fiskal
2. Kebijakan Monoter
3. Kebijakan Strukturalisasi Perekonomian



Kebijakan Perdagangan Internasional 

          Kebijakan Perdagangan Internasional adalah segala tindakan negara/pemerintah, baik langsung atau tidak langsung untuk memengaruhi struktur, arah, komposisi, serta bentuk perdagangan luar negeri atau kegiatan perdagangan. Adapun kebijakan yang dimaksud bisa berupa tarif, larangan impor, kuota, dumping dan berbagai kebijakan lainnya.

A. Penetapan tarif, pembebanan atas barang-barang yang melintasi daerah pabean (costum area). Sementara itu, barang-barang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk.

B. Kuota impor, kebijakan pemerintah untuk membatasi barang-barang yang masuk dari luar negeri. Akibat dari kebijakan kuota dan pembatasan impor biasanya akan terjadi : Jumlah barang di pasar turun, harga barang naik, produksi dalam negeri meningkat, dan impor barang turun.

C. Larangan ekspor impor, untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik karena alasan politik dan ekonomi. untuk alasan ekonomi pelarangan impor bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan produksi dalam negeri

D. Subsidi, kebijakan pemerintah untuk membantu mengurangi sebagian biaya produksi per unit barang produksi dalam negeri. Sehingga produsen dalam negeri bisa memasarkan barangnya lebih murah dan dapat bersaing dengan barang impor. Subsidi yang diberikan dapat berupa tenaga ahli, mesin-mesin, peralatan, fasilitas kredit, keringanan pajak, dll.

E. Premi, kebijkan yang diambil oleh pemerintah dengan memberikan tambahan dana pada produsen dalam negeri yang berhasil mencapai target produksi tertentu yang telah ditetapkan.

F. Dumping, kebijakan pemerintah untuk mengadakan diskriminasi harga, yakni produsen menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih murah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. 

G. Devaluasi, tindakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang sendiri dengan sengaja terhadap uang asing. akibat yang ditimbulkan adalah harga barang-barang impor menjadi mahal, harga barang-barang dalam negeri menjadi lebih murah di pasaran luar negeri, dan sebagainya. sementara itu tujuan devaluasi yaitu memperbesar exspor, memperkecil impor, dan menambah devisa negara.



Aktivitas E-Commerce

          E-commerce atau perdagangan elektronik adalah aktivitas yang mendukung penjualan maupun pembelian secara elektronik. E-commerce melingkupi transfer uang, sistem manajemen data, maupun penghitungan stok produk.

Dalam UU No. 7 Tahun 2014, perdagangan melalui sistem elektronik adalah perdagangan yang menggunakan piranti elektronik dan melakukan transaksi secara elektronik. Konsep bisnis seperti ini menggunakan internet, televisi, radio, atau lainnya untuk memasarkan produk.

Jenis-jenis E-commerce

1. Business to Business (B2B), dilakukan antara produsen atau perusahaan dengan perusahaan. Pemesanan atau pembelian produk antar perusahaan. Biasanya mereka mendapatkan dengan harga grosir dengan jumlah pesanan yang cukup banyak. Contoh e-commerce yang menggunakan B2B adalah indotrading dan indonetwork.com. Produk yang biasanya diperdagangkan antara lain bahan industri, bahan dasar pabrik, produk bahan kimia dan sejenisnya.

2. Business to Consumer (B2C), Jenis bisnis ini sangat umum dilakukan oleh banyak pelaku bisnis baik pemula maupun UMKM. Sebab, perusahaan langsung menjual produk kepada konsumen. Proses transaksi akan berlangsung dengan cepat dan bahkan harga produk bisa berada di bawah pasar. Beberapa contoh e-commerce yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah Shopee, Lazada, Tokopedia maupun Blibli.

3. Consumer to Consumer (C2C), biasanya konsumen saling berkomunikasi baik itu di dunia digital maupun saling bertemu dengan pembayaran cash on delivery (COD). Beberapa contoh e-commerce yang biasa digunakan antara lain Bukalapak atau OLX.

4. Consumer to Business (C2B), jenis ini mempertemukan antara konsumen dengan perusahaan atau pebisnis. Biasanya pebisnis mencari produk yang telah dimiliki oleh konsumen. dan akan memberi harga yang layak kepada konsumen jika berminat. Contohnya adalah freelancer atau sribulancer.

5. Business to Administrasion (B2A), perusahaan menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah. Model pemanfaatan kerja samanya berada di sektor publik dan biasanya melibatkan pihak swasta sebagai pihak perantara. Sebagai contoh, pemerintah butuh aplikasi untuk membuat e-KTP. Pemerintah akan menghubungi pihak swasta yang benar-benar ahli dalam hal tersebut.



Peran Teknologi Informasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi

          Banyak unit usaha yang memanfaatkan teknologi informasi ini untuk mengembangkan bisnisnya. Sistem informasi yang sebelumnya hanya digunakan untuk kepentingan berkomunikasi, menunjukkan manfaat yang besar dalam dunia bisnis seperti membantu proses dan operasi, pengambilan keputusan, dan membentuk strategi untuk mendapatkan keuntungan yang kompetitif.

         Penggunaan teknologi menjadi saat ini menjadi hal yang mutlak dan dominan sebagai sarana komunikasi, penyebaran informasi, atau menjalin kerja sama bisnis. Era globalisasi telah menghilangkan batas ruang dan waktu yang mengakibatkan munculnya industri baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi, sehingga pergerakan ekonomi terjadi. Pergerakan ekonomi yang terjadi tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pada level makro, perkembangan teknologi mendorong pembangunan ekonomi dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

        Perkembangan teknologi informasi juga dapat memperkuat daya saing sebuah negara dalam membangun perekonomiannya. Perusahaan-perusahaan yang sudah settled dapat meningkatkan pendapatan nasional yang nantinya dapat digunakan untuk menunjang kesejahteraan penduduk.

           Namun di sisi lain perkembangan teknologi informasi memiliki dampak negatif, seperti ketika tenaga mesin menggantikan tenaga manusia. Inilah yang akan menyebabkan terjadinya pengangguran teknologi. Selain itu sumber daya manusia yang belum siap menghadapi perubahan akan kehilangan pekerjaan karena tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja pada struktur perekonomian yang baru.

Walaupun kurang bijak jika kita membatasi penggunaan sistem teknologi informasi selama tidak merugikan, mengingat salah satu tolok ukur kemajuan sebuah negara ditinjau dari segi penggunaan teknologi. Langkah yang dapat diambil dalam menyikapi masalah tersebut adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia agar siap menghadapi pesatnya perubahan teknologi dan sistem informasi.



Transfer Uang

          Ada beberapa sistem yang dapat Anda pilih untuk melakukan transfer, mulai dari kliring, RTGS, dan real time. Keperluan dan manfaatnya pun berbeda-beda, tergantung niat dari kedua belah pihak baik pengirim maupun penerima transfer.


1. Real Time Gross Settlement (RTGS)

          Dengan layanan ini, kita dapat mentransfer uang dalam transaksi berjumlah besar. Uang yang dikirim minimal Rp100 juta dan hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk mengirim. Walaupun ada beberapa pengecualian, misalnya uang yang dikirim baru sampai ke rekening tujuan pada esok hari karena pengiriman dilakukan lebih dari pukul 15.00 saat bank sudah tutup. .


Pengiriman juga dapat tertunda jika dilakukan pada tanggal 30 atau 31 karena bank sedang melakukan proses tutup buku. Proses pengiriman biasanya terlambat satu hari kerja. Sistem ini biasanya digunakan untuk transaksi transfer dengan bank lain. Jika memilih metode ini, akan dikenakan uang cas sebesar Rp35.000 untuk tiap transaksi. RTGS biasanya digunakan untuk pengiriman uang dalam jumlah besar, tetapi memerlukan waktu yang lebih singkat daripada kliring.



2. Kliring

         Metode ini diatur di Bank Indonesia (BI) melalui infrastruktur Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKBNI). Kegiatan transfer dana dan kliring terjadwal diproses dalam Data Keuangan Elektronik (DKE). Proses DKE melayani transfer uang, kliring warkat debit, penagihan reguler, serta pembayaran reguler. Kliring juga dikenal dengan persetujuan dua lembaga keuangan terkait utang-piutang dalam transaksi keuangan.

          Layanan kliring juga dapat dilakukan di mobile banking. Misalnya ketika mentransfer atau mengirim dana ke bank lain. Walaupun begitu, di masyarakat kita lebih populer layanan transfer online untuk mengirim uang. Kliring juga dapat dilakukan melalui kantor cabang bank. Layanan pengiriman uang menggunakan kliring membutuhkan waktu beberapa jam untuk diproses. Uang yang dikirim biasanya tidak langsung sampai di rekening penerima.


          Sejak 1 September 2019, biasanya proses dilakukan dalam rentang waktu setiap 1 jam sekali pada hari dan jam kerja. Ada biaya tambahan yang harus Anda keluarkan jika memilih metode ini. Biayanya yaitu Rp3.500 untuk setiap transaksi. Biaya administrasi untuk transfer antarbank lebih murah menggunakan kliring daripada transfer antarbank online. sistem ini sangat berguna saat ingin mentransfer uang dengan biaya terjangkau. Bank akan mengecek terlebih dulu apakah saldo dalam rekening cukup sebelum tansfer. Batas maksimal nominal transfer lewat kliring adalah Rp1 miliar.



3. Real Time

     Sistem pengiriman uang ini yang paling cepat di antara sistem lainnya.  karena memungkinkan uang langsung masuk ke rekening penerima secara real time tanpa penundaan, sementara ada jeda waktu antara waktu pengiriman dengan penerimaan pada sistem RTGS dan kliring. Selain itu, jika Anda menggunakan sistem RTGS dan kliring, Anda harus datang langsung ke kantor cabang bank. Namun jika Anda membutuhkan segera pengiriman uang, metode real time memungkinkan Anda melakukannya melalui ATM, internet banking, dan m-banking.

          Kelemahan metode ini adalah jumlah uang yang dapat ditransfer dibatasi hingga Rp25 juta saja. lalu sistem ini tidak lepas dari biaya administrasi. Hal ini tergantung kebijakan tiap-tiap bank. Biasanya transfer antarbank dikenakan biaya Rp6.500 sampai Rp7.500. Biaya tersebut muncul untuk sistem komunikasi data antarprovider ATM. Biaya interkoneksi ini lalu dibebankan kepada nasabah. Tarif ini nantinya dibagi perusahaan pengelola ATM dengan bank. Transfer antarbank melalui ATM dapat dilakukan di ATM Bersama, ATM Alto, ATM Prima, Link.



Cyber-Marketing

          Pemasaran siber, dunia maya, atau pemasaran internet merupakan pemasaran yang melibatkan pemasaran produk dan layanan melalui internet. Ini mencakup semua jenis metode periklanan yang tersedia di internet seperti e-mail, website, analitik, banner atau spanduk online, forum online, iklan klik, search engine atau mesin pencari, dan media sosial.

          Bisnis, organisasi atau perusahaan serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menggunakan berbagai bentuk pemasaran dunia maya, termasuk iklan bergambar, pengoptimalan mesin pencari, media sosial, email, atau pemasaran afiliasi. Pemasaran dunia maya juga memungkinkan bisnis untuk menargetkan niche (ceruk) tertentu. Mereka dapat membuat iklan dan situs web yang khusus untuk produk, layanan, atau topik tertentu.

Sebagai contoh misalnya, alih-alih memiliki kehadiran online hanya untuk menjual kamera digital, bisnis kecil dapat fokus pada jenis kamera tertentu dalam merek tertentu. Ini akan memberikan kesempatan bagi pemilik bisnis untuk memantapkan dirinya sebagai expert atau ahli dalam ceruk kecil tersebut.


Tujuan dan Fungsi Cyber Marketing

          Konsep pemasaran cyber sepenuhnya didasarkan pada pemasaran produk atau layanan melalui internet melalui berbagai cara seperti iklan bergambar, kampanye pemasaran mesin pencari, pemasaran blog, pemasaran konten, pemasaran viral, membuat video orang menggunakan produk, media sosial, dan pemasaran e-mail.

Untuk tujuan utamanya sendiri, dibandingkan dengan sistem pemasaran tradisional, pemasaran cyber terbilang sedikit lebih hemat atau murah dan dapat memberikan peluang untuk menjangkau sekelompok pelanggan yang menggunakan komputer. Banyak para marketer atau pemasar menemukan peluang baru untuk mempromosikan produk atau layanan mereka dengan cara baru.

Fungsi cyber marketing ini pastinya memajukan sistem pengiriman output melalui proses yang membuntuti jutaan pelanggan, mengelompokkannya secara online, memberikan pilihan untuk memilih produk yang disesuaikan, menetapkan harga, memberikan informasi dan layanan yang sesuai terkait produk dan mengirimkan produk ke pelanggan dengan sistem distribusi yang tepat.

Sebagai contoh misalnya seperti transaksi dan detail karakteristik setiap pelanggan yang dapat disimpan untuk peluang bisnis di masa depan dengan pelanggan dan juga membantu untuk mengetahui tentang preferensi pelanggan tentang produk atau layanan.


Jenis Cyber Marketing (Pemasaran Siber)

selanjutnya masing-masing jenis, bagian atau area pemasaran cyber sebagai berikut.

a. Full Cyber Marketing
          Bisnis, organisasi, perusahaan atau usaha kecil yang hanya memiliki kehadiran pemasaran online mengikuti strategi pemasaran cyber penuh. Bisnis pemasaran cyber jenis full atau penuh memiliki keunggulan tertentu, seperti biaya iklan online relatif murah dibandingkan dengan iklan tradisional.

b. Partial Cyber Marketing
          Bisnis, organisasi, perusahaan atau usaha kecil yang menggunakan metode pemasaran tradisional dan online mengikuti strategi pemasaran cyber parsial. Seiring dengan berbagai jenis metode pemasaran Internet, bisnis ini akan menggunakan setiap jalur komunikasi untuk menjangkau pelanggan seperti iklan surat kabar, billboard, iklan televisi, surat langsung dan iklan cetak. Untuk sebagian besar bisnis kecil, khususnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), ini bukanlah pendekatan terbaik



Link refrensi :
1. https://money.kompas.com/read/2022/01/08/080854626/pertumbuhan-ekonomi-pengertian-ciri-dan-faktor-yang-mempengaruhinya?page=all#:~:text=JAKARTA%2C%20KOMPAS.com%20%E2%80%93%20Pertumbuhan,jasa%20dalam%20kurun%20waktu%20tertentu.&text=Faktor%20utama%20yang%20mempengaruhi%20pembangunan,sosial%20budaya%20dan%20perkembangan%20teknologi.

2.https://kumparan.com/berita-bisnis/contoh-permasalahan-ekonomi-di-indonesia-berikut-rinciannya-1wMPVV40y3p/full

3. https://ocw.ui.ac.id/pluginfile.php/1294/mod_folder/content/0/Pertemuan%208%20No%204%20Kebijakan%20Stabilisasi%20Perekonomian_AN.pdf?forcedownload=1

4. https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Perdagangan%20Internasional-KIS/topik5.html#:~:text=Kebijakan%20Perdagangan%20Internasional%20adalah%20segala,luar%20negeri%20atau%20kegiatan%20perdagangan.&text=Kuota%20adalah%20kebijakan%20pemerintah%20untuk,yang%20masuk%20dari%20luar%20negeri.

5.  https://www.xendit.co/id/blog/inilah-jenis-dan-contoh-e-commerce-yang-ada-di-indonesia/#:~:text=E%2Dcommerce%20atau%20yang%20biasa,data%2C%20maupun%20penghitungan%20stok%20produk.

6. http://blog.ub.ac.id/zotaliaaprilisa/aplikom/peran-teknologi-informasi-dalam-pertumbuhan-ekonomi/

7. https://www.modalrakyat.id/blog/kliring-rtgs-dan-real-time

8. https://rifqimulyawan.com/blog/pengertian-cyber-marketing/

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/ekonomi-digital/#:~:text=4%20Penutup-,Apa%20Itu%20Ekonomi%20Digital%3F,awalnya%20manual%20menjadi%20serba%20otomatis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perilaku Konsumen, Produsen, dan Efisiensi pasar

Pengangguran dan Inflasi

Perdagangan Luar Negeri